Powered By Blogger

Kamis, 08 April 2010

OBESITAS(KEGEMUKAN)


Liputan6.com, Sukabumi: Supardi, berusia 14 tahun diduga menderita obesitas (kegemukan). Berat tubuh bocah warga Kampung Cibalengbeng RT02/RW 04 Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencapai 100 kilogram. Bocah yang akrab disapa Ujang itu bahkan tak bisa merangkak karena kedua kakinya tak kuat menopang berat tubuhnya.

Ayah Ujang, Endang mengatakan dirinya dan Upit, istri tercinta tak menyangka anak bungsu dari empat bersaudara itu tubuhnya sangat berat. Padahal, menurut Endang, porsi makan Ujang normal. Apalagi keluarganya dari kalangan miskin. "Tubuh anak saya ini memang badannya besar dan gemuk saja," kata Endang yang bekerja sebagai buruh berpenghasilan Rp 20 ribu per hari.

Endang menambahkan, Ujang lahir normal seperti bayi pada umumnya. Namun saat usianya 2,5 tahun, berat badan sang bocah bertambah seberat 1 kilogram 20 hari. "Pada usia 10 tahun, badannya bertambah besar," tutur Endang. Dia menganggap Ujang sehat dan tubuhnya yang gemuk bukan lantaran penyakit.

Ini dibenarkan Kepala Puskesmas Sagaranten dr Titin M. Andadari yang memeriksa Ujang. Titin mengatakan, meski menderita obesitas namun kondisi tubuh Ujang sehat. "Ujang bisa disembuhkan dengan melakukan berbagai rangkaian terapi, seperti melakukan latihan fisik yang bisa mengurangi berat badannya dan mengurangi porsi makannya," jelas Titin.(Ant)
SUMBER:LIPUTAN6.COM

KEHAWATIRAN TENTANG KANKER

penyakit yang paling ditakutkan orang2 setelah jantung adalah kanker,kehawtiran atau ketakutan tentang adanya penyakit tersebut memang baik karna dapat mendeteksi penyakit ini sejak dini.sama halnya yang terjadi pada orang2 yang ada didekat saya,mereka merasakan dan menghawatirkan adanya benjolan yang terjadi pada tubuhnya.orang pertama adalah bos saya,pada awalnya ia merasakan hal yang sakit pada dadanya dan lama-kelamaan ada benjolan pada dadanya yang memanjang.rasa takut itu semakin menjadi saat rasa sakit yang ia rasakan semakin parah sampai sakit pada tulang belakangnya,sampai akhirnya ia memeriksakan dirinya kedokter spesialis bedah umum saat ia diperiksa dokter hanya memgang bagian dadanya saja namun ia belum meyakinin itu.akhirnya ia meminta dokter untuk melakukan USG,saat USG pun memang tidak ditemukan adanya kanker,sampai akhirnya ia percaya dan hanya meminum obat nyeri yang diberikan dokter.bos saya ini bukan tidak percaya pada keputusan dokter,tapi sebagian orang memang mempunyai sugesti sendiri untuk menyembuhkan dirinya dan ternyata hal yang selama ini ia takutkan hanya infeksi ringan.sebenarnya hal seperti ini wajar terjadi karna benjolan itu terletak didada,mayoritas perempuan memang mementingkan bagian dadanya karna merasa sabagai wanita sempurna apabila memiliki badan yang sempurna.
orang yang kedua adalah saudara saya sendiri,pertama ia merasakan dadanya ada benjolan dan apabila ditekan akan terasa lebih sakit.saat merasakan hal itu fikiranya melayang kemana-mana "bagaimana kalau ini kanker?bagaimana kalau nanti dada saya diangkat" selalu saja fikiran itu yang terbesit dibenaknya.tapi saat ia pergi dan berkonsultasi pada dokter bedah tentang keadaannya itu,dokter hanya tersenyum dan mengatakan bahwa itu hanya infeksi kelenjar ketiak yang dikarenakan seringnya ia menjabut bulu ketiak.sebenarnya ia sangat lega atas jawaban dokter dan dia juga mendapat pelajaran bahwa sebenarnya kalau bulu ketiak itu sebaiknya jangan dicabuti lebih baik dicukur saja untuk menjaga kebersihan atau setelah dicabut berilah sabun anti septik.
dari pernyataan diatas kita bisa ambil kesimpulan,bahwa deteksi penyakit sejak dini itu bagus tetapi jangan sampai hal yang membuat kita sakit itu menjadikan kita memvonis penyakit itu sendiri sebelum memeriksakan diri kedokter